Varane Kuatkan Tanda-tanda Pogba Gabung Madrid

Varane Kuatkan Tanda-tanda Pogba Gabung Madrid

Raphael Varane menguatkan tanda-tanda Paul Pogba hengkang dari Manchester United menuju Real Madrid. Khususnya usai dia mengklaim pernah berbincang secara pribadi dengan Pogba tentang kemungkinan itu.

Hasil negatif yang diderita Real Madrid pada kompetisi musim 2018-19. Tak 1 piala bergengsi juga bisa dimenangi kesebelasan berjulukan Los Blancos.

Kekecewaan itu membikin Zinedine Zidane rasa-rasanya bakal membentuk kembali dan mempersolid teamnya musim depan. Mencakup dengan mendaratkan para pemain level atas.

Akhir-akhir ini, Paul Pogba adalah satu dari sekian banyak bintang yang dihubung-hubungkan dengan Los Blancos. Apalagi usai performanya terus dikecam walau secara penampilan termasuk masih keren.

Lepas dari adanya cibiran, kompetisi musim ini Pogba bisa mencatatkan 13 goal dan sembilan assist. Total itu lebih banyak dari seluruh kawan setimnya.

Raphael Varane dan Pogba adalah kawan sesama bintang tim nasional Prancis. Sekarang, dia mengatakan jika tiap bintang sekaliber Pogba senantiasa punya posisi di Santiago Bernabeu.

“Saya tak dapat menyatakan apa yang aku bicarakan dengan Pogba. Tapi, bintang papan atas punya posisi di Madrid dan dia salah satu diantaranya, ” tutur Varane sebagaimana dilansir Football5star. com dari Marca.

“Di Madrid terdapat banyak rivalitas. Hal itu merupakan sebuah kemungkinan, terdapat tidak sedikit pemberitaan dan kita saksikan saja ada di tim mana dia Agustus mendatang, ” jelasnya.

Pogba jua pernah terlibat adu mulut dengan fan United pada pertandingan terakhir kompetisi musim ini. Tepatnya, saat kesebelasan berjulukan Red Devils menderita kehancuran 0-2 kontra Cardiff City di Stadion Old Trafford, Minggu (12/5/2019).

Mahrez Optimistis City Melaju ke Semi-final Liga Champions

Mahrez Optimistis City Melaju ke Semi-final Liga Champions

Gelandang Manchester City, Riyad Mahrez, tetap percaya kesebelasannya memiliki kesempatan melaju menuju semi-final Liga Champions. Sekarang, The Cityzens terpaut agregat goal 0-1 buntut dari kekalahan di markas Tottenham Hotspur beberapa saat yang lalu.

Manchester City memiliki peluang 1 laga lagi guna memutus rekor negatif saat berjumpa sesama wakil Inggris pada perempat-final turnamen Eropa. Syaratnya, mereka mesti unggul minimal selisih 2 goal di Etihad melawan anak didik Mauricio Pochettino.

“Belum ada yang menerima kekalahan selama ini, setiap kans tengah terbuka lebar. Kami tahu, perempat-final Liga Champions tak sekalipun simpel buat kami yang mempertarungkan 2 kesebelasan dengan taktik bagus, ” tutur eks gelandang Leicester City itu sebagaimana dilansir melalui Get Football.

Mahrez melanjutkan, City main bagus selama laga. Terdaftar, terdapat 59 persen penguasaan bola selama pertandingan. Khususnya di paruh ke 2, anak didik Pep Guardiola mendapat banyak peluang walau tidak bisa dimaksimalkan dengan positif.

“Tak ada yang mesti dikhawatirkan dari situasi sekarang . Mereka menyarangkan goal di pertandingan perdana serta ini telah berlangsung. Tapi, kami tetap dapat membenahi kondisi pada permainan ke 2 mendatang jadi, semua tetap dapat berlangsung. Keunggulan mereka tidak merubah apapun, ” tutur Mahrez meneruskan.

Mourinho: Treble Inter Adalah Impian yang Jadi Kenyataan

Mourinho: Treble Inter Adalah Impian yang Jadi Kenyataan

Mantan pelatih Inter Milan, Jose Mourinho, menggungkapkan resep berhasil memberikan 3 gelar bergengsi bagi Nerrazurri dalam musim yang sama. Untuk eks juru tak-tik Manchester United itu, Treble yang diperoleh Inter Milan, merupakan impian yang jadi realita.

Inter mengangkat trofi Liga Champions musim 2009-10 setelah menghajar Bayern Munich dengan skor 2-0. Dua gol Javier Zanetti serta kolega dibukukan oleh Diego Milito saat laga sudah berjalan hingga menit ke-35 serta 70.

“Inter belum sekalipun meraih Liga Champions nyaris 50 tahun. Semua generasi Interisti mempunyai impian itu dan mengangkat trofi Liga Champions, ” tuturMourinho pada beIN Sports France.

“Di waktu yang sama, Presiden (Massimo Moratti) merupakan putra Orang nomor 1 di terakhir yang memenangkan Piala. Jadi keluarga Moratti jua memiliki impian itu.

“Ada generasi bintang yang sudah memenangkan banyak gelar di Italia serta bermimpi meraih Liga Champions. Tim itu tak hanya armada yang amat kuat, namun juga keluarga yang sesungguhnya. Team saya semua memiliki impian ini serta berjuang keras untuk mewujudkannya. ”

Di musim 2009-10, Inter Milan tak hanya meraih Liga Champions. Pada kampanye musim tersebut, tim yang berbasis di Guiseppe Meazza itu juga meraih Serie A dan Coppa Italia. Pada laga pamungkas Coppa Italia, mereka menghajar AS Roma dengan score 1-0. Pada Serie A, Inter ada di pucuk dan disusul oleh AS Roma.

“Pada akhirnya, aku pikir Treble adalah apakah yang pantas diterima keluarga dan kesebelasan ini. Ini fantastis, ” kenang Jose Mourinho.

Frenkie De Jong Pelajari Performa Xavi serta Iniesta melalui Youtube

Frenkie De Jong Pelajari Performa Xavi serta Iniesta melalui Youtube

Pemain masa depan Belanda, Frenkie De Jong, mengakui amat mengagumi sosok Xavi Hernandez serta Andres Iniesta. Ia malahan sampai mencari tahu performa 2 legenda Barcelona tersebut melalui youtube.

Bukanlah tanpa sebab sesungguhnya apabila bintang yang sekarang membela Ajax Amsterdam mencontoh permainan Xavi mau pun Iniesta. Dia memainkan peran sama bersama 2 bintang itu, yakni pemain berposisi gelandang tengah.

“Saya mencari tahu video Xavi serta Iniesta dari YouTube. Itu aku lakukan buat belajar banyak melalui keduanya. Aku pun mengikuti Messi sebab apa yang ia kerjakan di lapangan sangat mengagumkan namun aku tak berpikir aku dapat seperti ia,” tutur De Jong pada Voetbal.

“Saya melihat seluruh laga Barca yang dimainkan Messi, Xavi serta Iniesta. Mungkin saja bersama itu aku dapat mempraktikkan di arena pertandingan,” dia melanjutkan.

Pada usia yang baru menginjak 21 tahun, De Jong telah jadi andalan utama sektor tengah Ajax semenjak musim kemarin. Kematangannya juga yang mengantarnya menuju tim Belanda di September silam.

Sedangkan pada bursa transfer, bintang lulusan akademi Willem itu jadi satu dari sekian banyak yang sangat diburu. Malahan semenjak bursa transfer musim panas tahun silam namanya telah dihubungkan bersama Barcelona serta banyak kesebelasan raksasa lain.

Meski begitu, De Jong menyatakan masih mau berlaga bareng Ajax, setidak-tidaknya sampai kampanye musim selanjutnya. “Kami semua mau berlaga di tim yang memiliki level tinggi. Namun sekarang aku masih mau di sini supaya terus meningkat,” pungkasnya.

Mourinho: Ronaldo Tentu Mau Bobol Gawang Manchester United

Mourinho: Ronaldo Tentu Mau Bobol Gawang Manchester United

Juru tak-tik Manchester United, Jose Mourinho, telah siap dengan prospek melawan eks anak asuhnya, Cristiano Ronaldo, di partai vs Juventus pada pertandingan ketiga Liga Champions Grup H di Old Trafford, Selasa (23/10) waktu setempat.

Manchester United bakal melawan Juventus dalam laga yang mempertarungkan Jose Mourinho bersama mantan anak buahnya, Cristiano Ronaldo.

Jose Mourinho sudah menangani Cristiano Ronaldo di Real Madrid.

Kini, Jose Mourinho jadi juru tak-tik Manchester United serta bakal reuni bersama Cristiano Ronaldo, yang jadi bintang Juventus.

Jose Mourinho tahu jika Cristiano Ronaldo bakal berupaya menyarangkan goal menuju ke gawang Manchester United.

Ronaldo pun merupakan mantan bintang Manchester United.

“Saat tengah di Real Madrid, kami sama-sama bertamu menuju ke Old Trafford. Aku paham ia menyayangi Manchester United, namun aku pun tahu Cristiano Ronaldo mau memenangkan pertandingan serta menyarangkan beberapa goal, ” tutur Mourinho.

Ia juga akan menanti usaha Ronaldo membobol gawang David De Gea.

“Laga kali ini bakal serupa sebagaimana saat itu. Aku desak para pendukung Manchester United memperlihatkan perasaan hormat buat Ronaldo, mirip seperti ia menghargai suporter, ” katanya meneruskan.

Riyad Mahrez: Hasil Imbang Manchester City Vs Liverpool Ada Faedahnya

Riyad Mahrez: Hasil Imbang Manchester City Vs Liverpool Ada Faedahnya

Pemain berposisi gelandang yang beroperasi di sektor sayap Manchester City, Riyad Mahrez, merasa terdapat hal yang berguna dari kegagalan skuatnya mengandaskan perlawanan Liverpool di Liga Inggris yang berakhir imbang.

Mahrez menaksir terdapat hikmah yang dapat dipetik dari ketidakmampuan City meraih angka maksimal, kala bertandang menuju ke markas Liverpool di Anfield, Minggu (7/10).

Manchester City ditahan imbang tanpa goal dengan Liverpool pada pertandingan minggu ke 8 Liga Inggris.

Berdasarkan Mahrez, pertandingan itu memberikan bukti jika skuatnya sudah tumbuh menjadi skuat besar serupa sebagaimana Liverpool.

“Kami amat hebat serta menunjukan jika team saya pun dapat kayak mereka. Team saya dapat punya penguasaan bola sekuat yang Liverpool perbuat, ” tutur Mahrez dilansir BolaSport. com melalui laman Manchester Evening News.

“Sungguh pencapaian imbang yang baik, serta aku kira team saya setingkat lebih pantas buat memenangkan pertandingan, ” jelasnya melanjutkan.

Lebih lanjut, pesepakbola berkebangsaan Aljazair itu memandang jika vital untuk The Citizens berencana taktik pemain pengganti, terutama kala mendapatkan kebuntuan.
“Kami mesti menghantarkan hal tersebut di waktu mendatang, ” tutur bekas bomber Leicester City itu.

Sementara itu, dia pun merasa percaya jika tim gemblengan Pep Guardiola sudah memperlihatkan selain terampil di dalam menyerang, namun pun andal dalam defensif.

“Kami sudah membuktikan jika kesebelasan itu di samping suka berlaga serta pergi dari celah besar, ” tutur bintang berkaki kidal itu.

“Tetapi, team saya pun satu kesebelasan yang kepingin jadi tim yang hebat di dalam defensif, serta hal tersebut sudah team saya perlihatkan di partai melawan Liverpool, ” jelasnya menjelaskan.

Mahrez disebut jadi biang keladi ketidakmampuan City mencatatkan tripoin di partai itu usai tidak berhasil mengeksekusi tembakan penalti saat laga sudah berjalan hingga menit ke-86.

Dia juga pernah memperebutkan mendapat tembakan melalui titik 12 ideal dengan Gabriel Jesus.

Walau mendapat pencapaian seri, sekarang tempat Man City tetap pada pucuk klasemen sementara Liga Inggris dengan dua puluh point.

Mereka memimpin produktivitas goal dari Liverpool serta Chelsea yang mengekor di bawahnya.

Wartawan Asing Sebut Bagus Kahfi Berpeluang Menjadi The Next Boaz Solossa

Wartawan Asing Sebut Bagus Kahfi Berpeluang Menjadi The Next Boaz Solossa

Performa keren Amiruddin Bagus Kahfi selama perhelatan Piala Asia U-16 2018 membikin wartawan Asing Fox Sports Asia membandingkan dirinya dengan striker Persipura, Boaz Solossa.

Bagus Kahfi menyarangkan 1 goal di Piala Asia U-16 2018.

Saudara kembar Bagas Kaffa ini menyarangkan goal cepat untuk tim nasional U-16 Indonesia, tepatnya pada menit ke 4 ketika menghadapi Iran pada penyisihan grup Piala Asia U-16 2018.

“Amiruddin Bagus kemungkinan cuma menyarangkan 1 goal buatnya, namun tidaklah karena dia tidak begitu berjuang, ” tulis Fox Sports Asia.

Adanya Sutan Diego Zico membuat tempat Bagus Kahfi bergeser menuju ke sebelah kanan.

Fakhri Husaini banyak kali memanfaatkan trisula depan, Supariadi, Sutan Zico, serta Bagus Kahfi di sektor serang timnya.

Fox Sports Asia kemudian mencatatkan, “Bisa menjadi yang selanjutnya… Boaz Solossa: Pastinya, saat membicarakan stiker Indonesia, godaannya ialah memanfaatkan Bambang Pamungkas menjadi patokan. ”

Ketimbang Bambang Pamungkas, Boaz Solossa jadi bandingan paling baik buat Bagus Kahfi.

Sebab Bagus pun memperlihatkan bisa menggertak serta mengalahkan bek rival dengan fisik serta serangannya.

Serupa dengan Boaz Solossa yang terus jadi ancaman, walau tak terus jadi titik fokus serangan.

Alasan Madrid Untuk Dapat Menjaga Gelar La Liga

Alasan Madrid Untuk Dapat Menjaga Gelar La Liga

Setelah menantikan selama lima tahun, Real Madrid akhirnya dapat merebut gelar La Liga pada musim kemarin. Sebelumnya gelar tersebut tidak jarang kali didominasi oleh rival abadinya Barcelona

Madrid terakhir kali menyabet gelar La Liga pada musim 2011/12 saat ditangani oleh Jose Mourinho. Setelah tersebut mereka mendapati kendala meraih kesuksesan serupa sampai kedatangan Zinedine Zidane.

Situs Bandar Bola

Kini Madrid sedang berhadapan dengan tugas berat untuk menjaga gelar itu di musim ini. Dengan materi pemain yang tak banyak berubah, Madrid dipercayai bila melakukannya. Berikut ini 5 alasan yang menjadikan Real Madrid dapat mempertahankan gelar La Liga dari web bola terkenal:

Tim Semakin Padu

Real Madrid sepertinya nyaris selalu mengerjakan kesalahan sebab buruknya kerja sama tim. Namun, masalah ini telah tidak hadir lagi dan bahkan kesebelasan mereka tampak lebih padu.

Semua pemain inti di kesebelasan utama telah berada di kesebelasan paling tidak sekitar 3 tahun. Hanya Casemiro dan Keylor Navas yang menjadi starter sekitar 2 tahun terakhir.

Penjualan Alvaro Morata, James Rodriguez dan Danilo barangkali akan meminimalisir pemain kawakan di bangku cadangan. Namun, pemain inti sukses meningkatkan kekompakan mereka.

Ini dengan kata lain tim semakin meningkat kuat dan ekuilibrium tim tidak bakal terganggu saat pemain bintang absen. Kehadiran Theo Hernandez, Dani Ceballos, Jesus Vallejo dan Marcos Llorente adalah tambahan yang bagus untuk tim.

Skuat Lebih Dalam

Real Madrid barangkali sudah kehilangan 3 pemain krusial seperti Danilo, James Rodriguez dan Alvaro Morata. Namun kedalaman skuat mereka meningkat lebih baik.

Di lini tengah, Los Blancos punya Dani Ceballos yang adalahpemain terbaik di Euro U-21 dan gelandang bertahan terbaik kedua di La Liga musim lalu, Marcos Llorente.

Barisan pertahanan pun tidak inginkan kalah. Theo Hernandez menggantikan Fabio Coentrao yang rentan cedera sebagai wakil Marcelo di posisi bek kiri. Jesus Vallejo siap memungut alih posisi yang ditinggalkan Pepe. Kepergian Danilo meninggalkan lubang namun mereka punya Achraf Hakimi yang bermain mengesankan saat pramusim.

Faktor Casemiro

Defensive midfielder memang jarang mendapat pujian atas apa yang mereka kerjakan untuk kesebelasan. Akan tetapi, mereka punya peran yang sangat krusial dalam masing-masing pertandingan.

Pujian paling pantas diserahkan kepada Casemiro. Sejak bergabung dengan Madrid, pemain Brasil tersebut mempunyai peran yang tidak tergantikan di lini tengah.

Madrid sukses meraih dua gelar Liga Champions secara berturut-turut karena penampilan Casemiro yang lumayan konsisten dalam menjaga lini tengah. Ia pun tampil sangat spektakuler dalam perebutan Piala Super Eropa melawan Manchester United.

Zinedine Zidane dapat mengeluarkan keterampilan terbaik Casemiro dan sang pemain berhasil dalam mematahkan serangan lawan. Kualitas yang dipunyai Casemiro dapat membantu Madrid menjaga gelar La Liga.

Barcelona dan Atletico Bermasalah

Dua pesaing utama Real Madrid dalam perebutan gelar ialah Barcelona dan Atletico Madrid – dan dua-duanya sedang bermasalah pada musim ini.

Larangan transfer menjadikan Atletico Madrid tidak dapat bergerak bebas di bursa transfer. Mereka barangkali sudah memperoleh tanda tangan Vitolo, namun dia tidak dapat bermain hingga Januari. Atletico telah kehilangan Theo Hernandez, Matias Kranevitter dan Oliver Torres sampai-sampai kedalaman skuat mereka berkurang.

Sementar itu, lini tengah Barcelona telah tertinggal dari semua rivalnya, dan kepergian Neymar adalahpukulan telak. Pemain asal Brasil tersebut direkrut sebagai penerus tahta Lionel Messi dan kini Barca kehilangan pemain masa mendatang mereka sehingga dapat mengganggu moral semua pemain.

Pesona Zidane

Alasan utama kenapa Los Blancos akan sukses menjaga gelar La Liga ialah Zinedine Zidane. Sejak legenda Prancis tersebut mengambil alih kendali tim, suasana selalu berlangsung mulus untuk Real Madrid.

Kurang dari dua tahun, Zidane dapat memenangkan enam gelar tergolong dua trofi Liga Champions secara beruntun. Zidane cuma gagal meraih gelar liga pada musim 2015/16.

Meski sering disebut sebagai pelatih yang beruntung, Zidane dapat menyulap Madrid menjadi kesebelasan yang menakutkan di Eropa. Zidane diharapkan dapat meracik strategi yang lebih jitu demi meraih kesuksesan yang lebih banyak pada musim baru baca beritanya disini.

Hebatnya Duet Totti-Cassano Sekarang Hanya Kenangan

Hebatnya Duet Totti-Cassano Sekarang Hanya Kenangan

AS Roma sempat di karuniai duet ajaib di diri seorang kapten Francesco Totti serta Fantantonio Antonio Cassano. Tapi, itu sekarang hanya tinggal kenangan yang membekas dalam hati fans dan pihak Roma. Cassano pribadi yang ‘merusaknya’. Januari kemarin, Cassano belum lama memutus kontraknya bersama Sampdoria dan kini penyerang 34 tahun Italia itu menganggur – tanpa klub. Buat pemain dengan talenta sepertinya, hal ini memang disayangkan. Cassano memulai karir di Bari, kemudian permainan brilian membawanya di Roma tahun 2001. Cassano kemudian gabung bersama Real Madrid tahun 2006, dan karirnya redup. Dia kemudian berpindah-pindah klub menuju Sampdoria, Milan, Inter, Parma, lalu kembali lagi ke Sampdoria dan kemudian meninggalkan Luigi Ferraris.

 

Cassano merupakan salah satu pesepakbola paling berbakat yang sudah dimiliki Italia. Tetapi, karirnya makin kesini makin menurun. Itu semuanya lantaran kesalahannya sendiri, khususnya akibat temperamennya yang jelek. Semasa di Roma, Cassano sebenarnya punya seorang yang dapat dijadikan panutan, yakni Totti. Dia kerap menerima motivasi dari seorang Totti. Tetapi, Cassano rupanya jarang mendengarkannya dengan benar. Saat karir Cassano redup, Totti saat ini bahkan masih ada bersama Roma dan belum ada rencana keluar. Cassano kini menyesal tidak mendengarkan atas nasihat-nasihat Totti dulu. Demikian kutipan dari agen judi bola online yang pernah saya baca informasinya dihalaman berita bolanya yang sangat lengkap juga.

“Dari Bari, saya mempunyai kesempatan gabung bersama Juventus. Namun, saya mengagumi diri Totti semenjak pertama kali saya mulai main. Dia merupakan salah satu idola yang terbaik dan saya bisa lihat sebagian diri saya ada di dirinya. Saya hampir gabung bersama Juventus, tetapi begitu tawaran dari Giallorossi ada, saya bilang kepada agen saya bila kami musti ke Roma,” tutur Cassano seperti dilansir Football Italia. “Saya menuju Roma cuma supaya bisa main di sisi Totti. Mustahil tuk tak jadi rekannya. Dia rendah hati, betul-betul membumi. 4 bulan pertama di Roma, saya justru tinggal bersama ayah dan ibunya, so! saya merasa di rumah sendiri walau baru pindah kota.”

“Andai dengar 10 persen saja dari seluruh kata nasihat yang diberikan Totti kepada saya, karir saya pasti beda (dibandingkan sekarang). Apabila saya dengar Totti, saya bisa saja tetap di Roma semasa 10-15 tahun dengannya. Nasihat-nasihat hal tersebut seharusnya saya dengarkan…” “Main bersamanya sangat menyenangkan. Kami bisa sama-sama memahami didalam waktu singkat. Masa-masa itu merupakan yang sangat menyenangkan dalam hidup saya.”

Cassano saat ini berstatus free agent pasca memutus kontrak terhadap Sampdoria. Tapi, sejauh ini, ia sepertinya tidak mendapatkan sejumlah tawaran. “Saya kini orang berbeda. Saya kian kalem. Saya masih ingin terus bermain. Sepakbola merupakan hidup saya, hal utama ketika istri dan anak saya menjadi prioritas.” Cassano berharap terdapat klub Serie A yang ingin menampungnya. Dia merasa masih dapat memberikan yang terbaik. “Saya percaya saya masih bisa main sepakbola secara senang dan memungkinkan perbedaan di Serie A,” ucapnya. Mudah-mudahan Cassano membuat semua ini pelajaran supaya tak kembali lagi dan terperosok ke lubang yang tidak beda. Bagaimanapun juga, dia merupakan salah satu pemain bertalenta yang sempat ada di bumi Italia.