Kisah di Bedah Dengan Bedah Digestif

Kisah di Bedah Dengan Bedah Digestif

Saat dokter Detty mengungkapkan solusinya ialah bedah, hatiku terasa campur aduk rasa khawatir, rasa sedih serta histeris yang tidak dapat saya ekspresikan. Jika didalam kondisi seperti ini rasanya kupeluk mamaku serta menangis dipelukkannya namun yang kulakukan ialah saya musti kuat serta tabah. Kukatakan kepada dokter Detty, Mampukah dokter operator saya seorang wanita serta itu merupakan hak pasien untuk menentukan dokternya. Kemudian di rumah sakit tempat dokter Detty bekerja, dokter bedahnya ialah seorang Pria.saya tidak mau. Lalu dokter Detty merujukku ke salah satu RS Internasional yang ada di Tangerang.

Dokter Bedah Digestif

Diruang tunggu pasien saya termenung serta berfikir apakah yang musti kulakukan, siapa yang dapat memberikan saya saran serta info untuk dokter radiologi wanita. Dan terbersit nama Rindhi perawat gigiku di Sahid, saya telepon dia serta saya dapatkan info jika rumah sakit dulunya saya bekerja mempunyai dokter radiologi serta tim nya merupakan perempuan demikian juga dokter bedahnya.

Lalu saya memutuskan untuk menjalankan pemeriksaan radiologi di rumah sakit sahid disitu saya dilayani dengan baik. saya berjumpa dgn dr. Tektona Sp.Ro  serta dr. Lasmi Sp. B.  Mereka mengecek saya dengan telatennya malah dr Lasmi mau konsul kapan pun saya mau lalu dirinya menerangkan dengan sabar, malah pada saat saya merasa takut dirinya memberi motivasi diriku. Namun ketika melihat hasil radiologi terbersit kebimbangan terlebih lagi mengingat sudah kenal. Lalu kita memiliki rencana untuk mencari dokter bedah digestive yang lebih ahli didalam bidangnya terlebih lagi benjolan saya itu telah mempunyai saluran menuju ke saluran pencernaan.

Bedah Digestif

Dan balik lagi juga pilihan dari beliau ialah tindakan operatif. Beliau memberikan seluruh surat2 tuk rawat inap, pengecekan lengkap preoperative serta ruang untuk operasinya beliau mengungkapkan boleh pulang terlebih dahulu ketempat tugas, tidak wajib terburu-buru untuk menjalankan operasinya namun jangan dilamakan lalu minumlah antibiotik serta kemungkinan2 yang kerap saya alami ialah demam jadi belum tentu baik pula dilamakan.

Satu bulan kemudian, usai saya selesaikan seluruh perkara surat-surat izin lalu saya kembali ke RSCM. Untuk menuju ke hari operasi, bukan hal yang lancar pula masih membutuhkan perjuangan. Jumat kesatu saya balik lagi ke RSCM saya musti melakukan pengecekan Preoperative (poli bedah digestive, pengecekan laboratorium serta anestesi semuanya musti saya lakukan) serta puji Tuhan kondisi saya baik ketika itu.

Masuk minggu kedua, rupanya saya peroleh info dokterku pergi ke Amerika untuk seminar digestive .saya berjuang kejar dokterku untuk berjumpa untuk memilih tanggal namun saya tidak bisa pula berjumpa beliau.

Mendadak Rabu malam tgl 24 Juli 2013, telepon rumahku berdering terdengar bunyi operator admisi berbicara padaku : “dokter ester, masih maukah dirawat di RSCM?”. saya jawab : “iya, saya mau “, Admisi: “dokter besok datang membawa semua berkas serta kebutuhan dokter ya besok masuk rawat inap.”  Alangkah senangnya diriku dengar kabar tersebut, segalanya minggu itu berlangsung baik. Kuhubungi adik-adikku serta sahabat-sahabatku yang mensupport, yang terus berdoa untukku serta memberiku semangat sepanjang ini, lucunya bukanlah rasa takut lagi yang saya alami untuk operasi namun malah perasaan syukur sebab Tuhan kasih aku jalan untuk sembuh disitulah muncul istilah “Sembuh untuk lanjut menyembuhkan” dari dalam hatiku (tapi bagaimana aku mendapat istilah tersebut ada kejadian tersendiri saya bakal ceritakan di lain waktu). Yaaa .ketika itu saya bahagia sekali, tapi kenyataannya awal-awal dulu saya amat ketakutan untuk dioperasi ingin tahu apa yang membuat ketakutanku, yakni pengalamanku sebelum-sebelumnya, saya pernah dianestesi spinal sebelum-sebelumnya dan saya melihat perutku dibelah lewat pantulan cermin lampu operasi lalu setelah itu saya muntah-muntah) namun rupanya usai kujalani operasi ini segalanya baik-baik saja Rekomendasi Artikel: Bedah Laparoskopi.

Leave a Comment